Sabtu, 25 Agustus 2012

on
Oke hari ini gue abis ke 21 buat nonton film(iyalah,  masa buat BAB) , setelah ngantri sekitar 30 menit gue akhirnya bersama seorang teman dan adeknya dapet tiket film ‘Tanah Surga, katanya’ gue sih sempet liat reviewnya di metro atau TV one gitu, lupa. Yang penting film ini di produseri dan di sutradarai oleh salah satu sutradara favorit gue, Deddy Mizwar.

Berawal dari kehidupan pelosok di perbatasan Malaysia dan Indonesia, Kakek Hasyim bercerita ketika dulu berpeerang melawan Malaysia, dan menyatakan ketidaksukaannya terhadap Malaysia. Lalu paginya datang ayahnya salman mengajak Salman dan adeknya pindah ke Malaysia. Ketika mengajak kakek, sang kakek tidak menyetujuiinya dan tetap tinggal di Indonseia,

Di film ini banyak adegan yang menganggetkan, buat gue merenung dan membakar rasa nasionalisme gue.

‘pak apa yang bisa kita harepin di sini? Jika kita pindah ke Malaysia kita bisa hidup sejahtera,’

‘yang sejahtera  Cuma Jakarta bukan di sini.’

‘kek katanya Negara kita tanah surge ya ?’

Ketika dokter anwar ( Ringgo Agus Rahman) memberikan 50 ribu rupiah, tapi anak di sana tidak mengetahui rupiah,

‘di sini Indonesia dok, tapi warga sini pakai Ringgit Malaysia buat jual beli’ jelas bu astuti ketika dokter anwar menanyakan tentang duit itu.

‘wah lama lama anak di sini nggak tau mata uang rupiah negaranya sendiri’

Kebodohan rakyat Indonesia di perbatasan terlihat jelas  ketika scene di mana ketika dokter Anwar jadi guru yang menggantikan bu astuti dan memberikan latihan soal matematika, dan hasinya hanya 2 anak yang tidak mendapat nilai 0 (nol), yaitu Salman dapet 4 dan salah satu temannya dapet 1.

Ada adegan paling mengagetkan, ketika  kakek salman jatuh sakit, Salman akhirnya bekerja jadi kurir membawa barang dagangan untuk di jual di Malaysia. Salman melihat ada pedangan di sana menjual  barang dagangannya dengan beralaskan bendara Indonesia.

Salman : pak itu merah putih

Pedagang : iya, ini merah ini putih, ini kuning ini coklat ini hijau. (menunjuk bendara dan dagangannya)

Salman ; ini bendera Negara Indonesia  pak !

Pedagang : ini kain buat saya bawa dagangan, pergilah sana kau dek !

Ada juga scene yang menunjukan di perbatasan Malaysia Indonesia, yang mana di bagian Malaysia jalannya sudah beraspal dan bagian Indonesia masih jalan tanah atau original belum di sentuh samasekali oleh BEGO atau mobil berat pembuat aspal itu.

Gue yang punya prinsip ‘Life isn’t a Movie’, tapi ini lain, seperti film ‘Laskar Pelangi’yang pernah booming beberapa tahun lalu, ini film ‘tanah surga, katanya’ ini film realita tentang rasa nasionalisme bangsa Indonesia yang tinggal diperbatasan 2 negara yang mana telah tergantikan oleh keinginan hidup sejahtera di malaysia, di film ini di ceritakan bagaimana dengan mudahnya masyarakat perbatasan lebih memilih pindah kewarganegaraan hanya untuk hidup sejahtera, dengan  alasan daerah pelosok di sana tidak terjamah pemerintah Indonesia. Setelah  liat film itu, rasanya bukan jadi alasan lagi buat pemerintah Indonesia  untuk mensejaterakan masyarakat yang jauh di sana. Lihat Malaysia yang ibukotanya berada di pulau seberang saja bisa mensejahterakan rakyatnya yang berada satu  pulau Kalimantan.

Gak heran bagaimana  Malaysia bisa seenaknya mencela rakyat Indonesia danpemerintah Indonesia ga memberikan respon atau peringatan kepada Malaysia, parahnya juga di tahun 2011 pak presiden memberikan penghargaan kepada sultan di Malaysia karena telah memberikan solusi untuk menyelesaikan persengkataan antara Indonesia Malaysia. Menyelesaikan apanya ? harta pusaka negara sendiri aja diklaim

Cuma diem aja, malah di kasih penghargaan. Ini jelas menjatuhkan harga diri bangsa ini.
Gue curiga presiden dan aparaturnya juga orang Malaysia, jadi promalaysia daripada prorakyat yang di kembor kemborkan ketika kampanye. PHP pak !

Apapun yang terjadi kita jangan sampai kehilangan kecintaan pada bangsa ini Indonesia
 - Tanah Surga Katanya -

Setelah nulis ini terdengar backsound lagunya PWG ‘Dari Mata Sang Garuda’
Hehe
INDONESIA MERDEKA !  :D

0 komentar:

Poskan Komentar